Gamis murah suhail collection > ARTIKEL ISLAM
 
 

ARTIKEL ISLAM

Beritahu Teman di Facebook
 
 

*Ijma Sumber Hukum Islam* 

Dewasa ini kaum muslimin banyak belum mengerti dan memahami hakekat sumber hukum yang menjadi rujukannya dalam beragama. Ironisnya pernyataan sumber hukum Islam adalah al-Qur`an dan sunnah serta Ijma’dan Qiyas merupakan hal yang sudah umum di masyarkat. Namun itu hanya sekedar slogan tanpa diketahui hakekatnya sehingga banyak para da’I dan tokoh agama berfatwa menyelisihi sumber-sumber hukum tersebut. Padahal sudah sangat jelas kedudukan Ijma’ dalam agama ini, karena ijma’ adalah salah satu dasar yang menjadi sumber rujukan, pedoman dan sumber dasar hukum syari’at yang mulia ini setelah Al Qur`an dan Sunnah. Ijma’ bersumber dari Al Qur`an dan Sunnah, menjadi penguat kandungan keduanya dan penghapus perselisihan yang ada diantara manusia dalam semua perselisihan mereka. Syeikh Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Ijma’ adalah sumber hukum ketiga yang dijadikan pedoman dalam ilmu dan agama, mereka menimbang seluruh amalan dan perbuatan manusia baik batiniyah maupun lahiriyah yang berhubungan dengan agama dengan ketiga sumber hokum ini”. (lihat Syarh al-‘Aqidah al-Wasithiyah, Khalid al-Mushlih hal. 203) Ijma’ menjadi sesuatu yang ma’shum dari kesalahan dengan dasar firman Allah dan Sabda Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam. lihatlah firman Allah: “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudahjelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali“. (QS. An-Nisaa’ 4:115) dan sabda Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam :
 
 لاَ تَجْتَمِعُ أُمَّتِيْ عَلَى ضَلاَلَةٍ 
 
“Umatku tidak akan berkumpul (sepakat) diatas kesesatan”. (HR. Asy-Syafi’I dalam Ar-Risalah) Karenanya Syaikhul Islam menyatakan: “Agama kaum muslimin dibangun diatas ittiba’ kepada al-Qur`an dan Sunnah Rasululloh serta kesepakatan umat (ijma’). Maka ketiga ini adalah sumber hukum yang ma’shum”. (lihat Dar’u Ta’arudh al-‘Aql wa an-Naql, 1/272). Demikianlah Allah Ta’ala menyatukan hati umat ini dengan Ijma’ sebagai rahmat dan karunia dariNya. Ijma’ umat ini dalam mayoritas dasar dan pokok agama dan banyak dari masalah furu’nya menjadi sebab kesatuan kaum muslimin, penyempitan lingkaran perselisihan dan pemutus perbedaan pendapat diantara orang yang berbeda pendapat. Oleh karena itu,wajib bagi orang yang ingin selamat dari ketergelinciran dan kesalahan untuk mengetahui ijma’ (konsensus) kaum muslimin dalam permasalahan agama agar dapat berpegang teguh (komitmen) dan mengamalkan tuntutannya setelah benar-benar selamat dari penyimpangan (tahrif) dan memastikan kebenaran penisbatannya (penyandarannya) kepada syari’at serta tidak dibenarkan menyelisihinya setelah mengetahui ijma’ tersebut. Para imam (ulama besar) umat ini telah sepakat memvonis sesat orang yang menyelisihi konsensus umat ini dalam satu permasalahan agama. Bahkan bisa menjadi sebab vonis kafir dan murtad dalam beberapa keadaan tertentu. Karena itulah para ulama juga telah memperhatikan hal ini secara sempurna, tinggal kita semua kembali merujuk kepada keterangan mereka tentang ijma’ yang benar. Semoga dengan kita menimbang semua amalan perbuatan yang berhubungan dengan agama kepada ketiga sumber diatas kaum muslimin dapat bersatu. Amien.sumber : www.ustadzkholid.com *Antara Iman Dan Dosa* Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :
 
وَعَنْ أَبِيْ أُمَامَةَ أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : ” مَا اْلإِيْمَانُ قَالَ إِذَا سَرَّتْكَ حَسَنَتُكَ وَسَاءَتْكَ سَيْئَتُكَ فَأَنْتَ مُؤْمِنٌ قَالَ ياَ رَسُوْلَ اللهِ فَمَا الإِثْمُ قَالَ إِذَا حَاكَ فِيْ نَفْسِكَ شَيْءٌ فَدَعْهُ ” . رواه أحمد 
 
Kosa Kata:
 حَاكَ :  membuat keraguan 
فَدَعْهُ : Tinggalkanlah. 
Terjemah: Dari Abu Umamah radhiallahu ‘anhu sesungguhnya seorang tekah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam : Apakah iman itu? Beliau menjawab: Apabila kebaikanmu menggembirakanmu dan kejelekannya menyusahkanmu, maka kau seorang mukmin. Ia bertanya lagi: Wahai rasulullah n apa itu dosa? Beliau menjawab: Apabila sesuatu membuat ragu dalam dirimu maka tinggalkanlah! Takhrij Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dalam kitab al-Musnad dan dinilai shahih oleh Syeikh al-Albani dalam kitab Shohih al-Jaami’ no 484. Syarah Hadits Hadits yang agung ini menjelaskan bahwa seorang muslim yang benar-benar beriman memiliki keistimewaan dapat membedakan perbuatan yang dilakukannya. Demikianlah Allah l anugerahkan hal ini karena ketakwaan yang senantiasa ia jaga dan perbaiki. Anugerah ini merupakan janji yang Allahl sampaikan dalam firmanNya: Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (pembeda antara kebenaran dan kebatilan).(Qs.al-Anfaal/8:29). Imamnya membuat dirinya merasa gembira, suka cita dan lapang ketika mengerjakan ketaatan dan kebaikan yang mendekatkan dirinya kepada Allah l . Sebaliknya ia merasa sempit dada dan susah apabila melaksanakan kem

 
Shop Online Suhail Collection | Perum. Gramapuri Persada Cikarang Blok F1 No.47 - Bekasi Cp.085641508763 - 087886992462 Email : admin@suhailcollection.com

Pilihan Bahasa
KUNJUNGAN KE WEB INI